Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik, pemerintah juga menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) pada 16–17 Maret saat arus mudik, serta 25–26 Maret saat arus balik, sesuai persetujuan Presiden dan Kementerian PANRB.
Secara nasional, hasil survei Kemenhub memperkirakan sebanyak 143,7 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran 2026. Pemerintah pun menyiapkan rekayasa lalu lintas di jalan tol, seperti contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap yang akan dikoordinasikan oleh Korlantas Polri.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menegaskan Pemprov Jawa Timur siap bersinergi penuh dengan seluruh pihak guna memastikan kelancaran transportasi selama musim mudik.
“Kita membangun sinergi semaksimal mungkin, sedetail mungkin untuk memastikan angkutan Lebaran darat, laut, udara, kereta api maupun tol berjalan aman, lancar, selamat, dan membahagiakan,” ujar Khofifah. (ivan)