Pemprov Jatim menerjunkan BPBD, Dinas PU Bina Marga, Dinas PU SDA, serta bersinergi dengan TNI-Polri untuk melakukan asesmen kerusakan rumah, fasilitas umum, tempat ibadah, hingga sarana pendidikan.
Untuk jangka pendek, prioritas diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, pembersihan material lumpur, serta perbaikan akses jalan dan jembatan. Khofifah menekankan pentingnya percepatan pembersihan hunian, mengingat masyarakat tengah menjalankan ibadah puasa dan bersiap menyambut Idulfitri.
Sementara jangka menengah dan panjang mencakup normalisasi sungai, penguatan pondasi di sisi kanan-kiri sungai, hingga penataan titik percabangan alur yang rawan luapan. Dukungan alat berat seperti long arm excavator disiapkan untuk mempercepat pengerukan.
“Normalisasi sungai memang membutuhkan anggaran besar dan hasilnya tidak selalu terlihat kasat mata. Namun ini investasi penting untuk mengurangi risiko banjir berulang,” ujarnya.