Gubernur Khofifah Dinobatkan Pembina Terbaik Nasional, Jatim Sabet Sertifikat Kota Bersih Terbanyak 2026

pemerintahan | 25 Februari 2026 17:07

Gubernur Khofifah Dinobatkan Pembina Terbaik Nasional, Jatim Sabet Sertifikat Kota Bersih Terbanyak 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) menerima penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah 2026 sebagai Pembina Terbaik Kabupaten/Kota dari Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq (kiri) dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu, (25/2/2026).

JAKARTA, PustakaJC.co – Provinsi Jawa Timur kembali menerima penghargaan bergengsi nasionaldalam pengelolaan sampah yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup / Badan PengendalianLingkungan Hidup RI. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah 2026 sebagai Pembina TerbaikKabupaten/Kota.

 

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian LingkunganHidup RI Hanif Faisol Nurofiq dalam ajang RakornasPengelolaan Sampah Tahun 2026 dan PenghargaanKinerja Pengelolaan Sampah di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu, (25/2/2026). 

 

Prestasi ini tidak lepas dari keberhasilan Jawa Timur memperoleh 13 sertifikat  dari total 35 sertifikat malalui 2 kategori terdiri dari 1 sertifikat Kota Terbaik dan 12 kabupaten/ kota mendapatkan Sertifikat Menuju Kota Bersih. Perolehan ini sekaligus menjadi yang terbanyakdibandingkan provinsi lain di Indonesia.

 

Usai menerima penghargaan, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasilkonsistensi pembinaan yang dilakukan secarasistematis dan berjenjang oleh Pemerintah ProvinsiJawa Timur.

 

“Pengelolaan sampah bukan sekadar urusan tekniskebersihan, tetapi bagian dari transformasi peradabanlingkungan. Kita ingin membangun sistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir, berbasis ekonomi sirkulardan berdampak langsung pada kualitas hidupmasyarakat,” tegas Gubernur Khofifah.

 

“Alhamdulillah, Jawa Timur mencatatkan capaiantertinggi nasional dalam jumlah kabupaten/kota menujukota bersih,” imbuhnya.