Ia menjelaskan, industri makanan dan minuman umumnya mulai meningkatkan produksi sekitar dua bulan sebelum hari raya, mencapai puncak satu bulan sebelumnya, lalu kembali normal setelah periode tersebut berlalu. Kondisi ini membuat kebutuhan tenaga kerja tambahan bersifat sementara.
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial yang menyebut sekitar 400 pekerja dirumahkan menjelang Ramadhan, bahkan ada yang mengaku menerima pemberitahuan melalui pesan WhatsApp meski kontraknya belum berakhir.
Namun, pihak perusahaan, PT Karunia Alam Segar (PT KAS), produsen Mie Sedaap, memastikan operasional pabrik tetap berjalan normal. Human Resources & General Affairs PT KAS, Peter Sindaru, menegaskan tidak ada PHK maupun perumahan karyawan tetap.
“PT KAS tetap berjalan normal secara operasional dan ketenagakerjaan, tidak ada PHK maupun karyawan yang dirumahkan,” tegasnya.