Menurutnya, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya, termasuk retret kepala daerah dan misi dagang Jawa Timur ke Maluku Utara yang telah menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman antarperangkat daerah.
Khofifah menjelaskan, proyek perubahan yang lahir dari pendidikan dan pelatihan kepemimpinan ASN, seperti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (PIM) I dan PIM II, menjadi motor inovasi dalam transformasi tata kelola pemerintahan.
“Pembangunan tidak boleh parsial. Harus terintegrasi, lintas sektor, dan berbasis penguatan kapasitas SDM. Karena itu, peningkatan kualitas aparatur menjadi prioritas, agar setiap program benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.