Jatim Raih Penghargaan Nasional Penurunan Pengangguran, Khofifah: Hasil Kerja Bersama Semua Elemen

pemerintahan | 05 Juni 2026 12:49

Jatim Raih Penghargaan Nasional Penurunan Pengangguran, Khofifah: Hasil Kerja Bersama Semua Elemen
(dok humasjatim)

YOGYAKARTA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pemprov Jatim meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026).

Atas capaian tersebut, Jawa Timur juga memperoleh insentif fiskal sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menjalankan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Usai menerima penghargaan, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih Jawa Timur. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai pemerintah daerah, dunia usaha, hingga dunia industri.

"Alhamdulillah, untuk penurunan angka pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini dan semua elemen, dunia usaha serta dunia industri," ujar Khofifah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen. Angka tersebut turun dibandingkan Februari 2025 yang berada di angka 3,61 persen dan lebih baik dibandingkan rata-rata nasional sebesar 4,68 persen.

Dalam lima tahun terakhir, tingkat pengangguran di Jawa Timur juga menunjukkan tren penurunan yang konsisten, dari 5,17 persen pada Februari 2021 menjadi 3,55 persen pada Februari 2026.

Khofifah menjelaskan, salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran adalah semakin kuatnya keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia kerja.

"Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri semakin efektif," tutur Khofifah.

Data BPS menunjukkan TPT lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen pada Februari 2026 dari 5,87 persen pada Februari 2025. Dengan capaian tersebut, lulusan SMK tidak lagi menjadi kelompok penyumbang pengangguran tertinggi di Jawa Timur.

Pemprov Jatim juga terus memperluas kesempatan kerja melalui kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, serta penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Saat ini, Jawa Timur telah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan 13 negara tujuan.

Pada tahun 2026, sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.617 peserta telah lolos seleksi dan memperoleh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Selain penurunan angka pengangguran, kualitas pasar kerja Jawa Timur juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat menjadi 74,78 persen atau naik 0,53 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah penduduk bekerja mencapai 24,25 juta orang atau bertambah sekitar 388 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Khofifah menegaskan bahwa penghargaan dan insentif yang diterima akan menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja.

"Insentif fiskal yang diberikan pemerintah pusat akan kami optimalkan untuk memperkuat program-program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama peningkatan kualitas SDM, pengembangan kewirausahaan, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan ekosistem investasi yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks.

"Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari sinergi besar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang semakin kuat, produktif, dan berdaya saing," pungkasnya.