Hingga 2025, sebanyak 22 daerah atau sekitar 60 persen telah membentuk TKDV, sementara 16 kabupaten/kota lainnya, termasuk wilayah Madura, Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kota Blitar masih dalam proses pembentukan.
Pada tahap awal, tercatat 60 industri telah terlibat dalam program link and match, dengan 16 industri mendapat pendampingan intensif melalui konsultan vokasi dan skema in-company training berbasis master trainer.
Penguatan juga dilakukan melalui Pokja 1 bidang pendidikan, yang mendorong kolaborasi SMK dan industri melalui program industri mengajar, magang guru, serta penyelarasan kurikulum sesuai kebutuhan dunia usaha.
Namun, dari total 2.174 SMK di Jawa Timur, baru sekitar 20 persen yang aktif menjalin kerja sama vokasi dengan industri.