Ia menjelaskan, dukungan konkret terlihat dalam penguatan ketahanan pangan nasional. Data teknis jaringan irigasi dan potensi lahan diperoleh melalui koordinasi dengan jajaran Kodam, kemudian disinkronkan bersama kementerian terkait dan pemerintah kabupaten/kota.
“Kalau ada program nasional terkait ketahanan pangan, support data teknis irigasi justru kami dapat dari Pak Pangdam. Data itu yang saya bawa ke Pak Menteri. Lalu kami berbagi tugas dengan bupati/wali kota untuk memetakan dampaknya terhadap produktivitas daerah secara detail. Sampai se-detail-detailnya data itu kami dapat dari Pak Pangdam,” katanya.
Pada 2025, produksi padi Jawa Timur tercatat 10,57 juta ton dengan produksi beras 6,10 juta ton. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai penyumbang beras terbesar secara nasional.
Selain sektor pangan, sinergi Pemprov dan Kodam V/Brawijaya juga diwujudkan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) serta pembangunan jamban keluarga. Sepanjang 2019–2025 telah terealisasi 35.401 unit Rutilahu dan 2.062 jamban keluarga. Pada 2026, ditargetkan tambahan 1.700 unit Rutilahu dan 210 jamban.