Menurut Khofifah, kebijakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi anak dari dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan, termasuk potensi kecanduan gawai yang dapat memengaruhi kesehatan mental serta perkembangan anak.
Ia menilai tidak semua orang tua mampu mengawasi aktivitas digital anak secara terus-menerus, sehingga kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga tumbuh kembang generasi muda.
Peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus penutupan Pesantren Anak Ramadan itu juga diisi penampilan peserta pesantren. Dipimpin cucu Khofifah, Aisyah Nabila, anak-anak menampilkan pembacaan sholawat serta lagu-lagu Islami.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Muslimat NU yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan apresiasi atas pengabdian Khofifah dalam mengembangkan program Pesantren Ramadan Anak.