Disperpusip Jatim Sediakan Ruang Diskusi Gratis, Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Kolaborasi

pemerintahan | 11 Maret 2026 18:40

Disperpusip Jatim Sediakan Ruang Diskusi Gratis, Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Kolaborasi
Sejumlah pemustaka menggunakan layanan ruang diskusi gratis yang disediakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) menghadirkan inovasi layanan baru bagi masyarakat dengan menyediakan fasilitas ruang diskusi gratis bagi para pemustaka.

 

Layanan ini disiapkan untuk mendukung aktivitas diskusi, presentasi, hingga kolaborasi ide di lingkungan perpustakaan. Total terdapat tiga ruang diskusi yang dapat dimanfaatkan pengunjung sebagai ruang bertukar gagasan secara nyaman dan kondusif. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Kamis, (11/3/2026).

 

Kepala Disperpusip Jatim, Tiat S. Suwardi menjelaskan, setiap ruang diskusi dirancang untuk menunjang berbagai kegiatan akademik maupun komunitas.

 

“Setiap ruangan dilengkapi pendingin ruangan (AC), akses internet nirkabel (wifi), serta layar televisi yang bisa digunakan sebagai media presentasi atau pemaparan materi,” ujar Tiat, Selasa (10/3).

 

 

Menurutnya, keberadaan ruang diskusi ini tidak hanya sekadar fasilitas tambahan, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kemampuan berpikir kritis para pemustaka.

 

“Ruangan ini menjadi sarana peningkatan kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, memperkuat kerja sama tim, serta mengembangkan keterampilan komunikasi melalui pertukaran ide yang dinamis,” jelasnya.

 

Selain itu, ruang diskusi juga diharapkan menjadi tempat efektif bagi pengunjung untuk membahas berbagai isu dan mencari solusi bersama.

 

Untuk menggunakan fasilitas tersebut, pemustaka cukup melakukan pendaftaran secara daring melalui media sosial resmi Disperpusip Jatim. Pengguna hanya perlu mengisi formulir yang tersedia pada tautan di bio Instagram Disperpusip Jatim, lalu memilih jadwal penggunaan ruangan yang diinginkan.

 

 

Setelah permohonan diajukan, petugas akan melakukan konfirmasi. Jika jadwal masih tersedia, pemustaka dapat langsung memanfaatkan ruang diskusi tersebut.

 

Tiat berharap kehadiran layanan ini mampu meningkatkan minat masyarakat datang ke perpustakaan.

 

“Langkah ini bertujuan mengubah peran perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat interaksi, pertukaran informasi, dan kreativitas bagi masyarakat,” pungkasnya. (ivan)