Saat ini, bantuan tersebut belum langsung dimanfaatkan karena persediaan aspal yang dimiliki DPUPR masih mencukupi.
“Sementara ini karena masih ada stok aspal, jadi belum kami manfaatkan. Misalkan stok kami sudah habis dan belum datang lagi, baru kami gunakan,” katanya.
Di sisi lain, DPUPR Kabupaten Madiun tengah memprioritaskan pemeliharaan jalan yang berpotensi menjadi jalur mudik dan arus balik Lebaran. Beberapa ruas yang menjadi perhatian antara lain jalan di perbatasan Kabupaten Ngawi, perbatasan Kota Madiun, serta perbatasan Kabupaten Magetan.
Selain itu, sejumlah ruas lain juga masuk daftar prioritas pemeliharaan, seperti Balerejo–Moneng, Sumberbening–Krapyak, Blabakan–Randu Alas, Dungus–Kare, Sangen–Sewulan, hingga Kaibon–Ngujur.
“Kami mendahulukan titik ramai karena untuk melancarkan lalu lintas saat Hari Raya Idul Fitri, khususnya jalur-jalur alternatif,” ujar Astutik.