Lewat Program TBQ, Kemenag Jatim Tingkatkan Literasi Al-Qur’an di Masyarakat

pemerintahan | 14 Maret 2026 14:54

 

Bahtiar yang merupakan alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, dan menempuh studi di IAIN Nurul Jadid—kini Universitas Nurul Jadid—mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai pengingat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.

 

Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi bagi umat Islam untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

 

“Generasi muda diharapkan tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami pesan moralnya seperti kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial, lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

 

Ia juga mendorong generasi muda memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak untuk mengakses kajian Al-Qur’an yang kredibel di tengah derasnya arus informasi di era digital.

 

“Pengamalan Al-Qur’an tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam sikap toleransi, menjaga persatuan, menghormati sesama, dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat,” kata alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

 

Ia berharap momentum Nuzulul Qur’an dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mengevaluasi sejauh mana Al-Qur’an telah benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. (ivan)