Lewat Program TBQ, Kemenag Jatim Tingkatkan Literasi Al-Qur’an di Masyarakat

pemerintahan | 14 Maret 2026 14:54

Lewat Program TBQ, Kemenag Jatim Tingkatkan Literasi Al-Qur’an di Masyarakat
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar. (dok nuansajatim)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur terus mendorong peningkatan literasi membaca dan memahami Al-Qur’an di tengah masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Program Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) yang menyasar peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.

 

Pejabat Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 

 

“Upaya ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mendorong masyarakat memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bahtiar, saat diwawancarai jurnalis PustakaJC.co, Jumat, (13/3/2026).

 

Menurutnya, Program TBQ digagas untuk memastikan siswa Muslim mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid.

 

Dalam pelaksanaannya, program tersebut juga diikuti dengan pelatihan serta asesmen bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Guru dinilai memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di lingkungan sekolah dan madrasah.

 

 

Selain TBQ, Kanwil Kemenag Jatim juga aktif mendukung Gerakan Indonesia Khataman Al-Qur’an yang biasanya digelar pada momentum peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama. Kegiatan tersebut melibatkan madrasah, pesantren, majelis taklim, perguruan tinggi Islam hingga masyarakat umum.

 

“Gerakan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun budaya membaca dan mengkajinya secara kolektif,” kata Bahtiar.

 

Selama bulan Ramadan, Kemenag juga menggelar berbagai kegiatan literasi Al-Qur’an, seperti kursus membaca Al-Qur’an, kajian kitab, hingga kegiatan tadarus bersama di masjid, madrasah, dan majelis taklim.

 

Tak hanya itu, melalui program PAIS Love, Kemenag turut mendorong gerakan cinta menulis dan cinta mengaji Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan literasi keagamaan di kalangan pelajar.

 

Di sisi lain, Kemenag juga berupaya memperluas akses pemahaman Al-Qur’an dengan menghadirkan terjemahan Al-Qur’an dalam berbagai bahasa daerah agar pesan-pesan Al-Qur’an lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.

 

 

Bahtiar yang merupakan alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, dan menempuh studi di IAIN Nurul Jadid—kini Universitas Nurul Jadid—mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai pengingat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.

 

Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi bagi umat Islam untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

 

“Generasi muda diharapkan tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami pesan moralnya seperti kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial, lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

 

Ia juga mendorong generasi muda memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak untuk mengakses kajian Al-Qur’an yang kredibel di tengah derasnya arus informasi di era digital.

 

“Pengamalan Al-Qur’an tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam sikap toleransi, menjaga persatuan, menghormati sesama, dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat,” kata alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

 

Ia berharap momentum Nuzulul Qur’an dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mengevaluasi sejauh mana Al-Qur’an telah benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. (ivan)