4.000 Warga Jatim Diberangkatkan Mudik Gratis, Khofifah Tekan Kecelakaan dan Ringankan Beban Masyarakat

pemerintahan | 22 Maret 2026 08:54

4.000 Warga Jatim Diberangkatkan Mudik Gratis, Khofifah Tekan Kecelakaan dan Ringankan Beban Masyarakat
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua DPRD Jatim Musyafak saat menghadiri dan melepas peserta mudik gratis Lebaran 2026 di Surabaya.

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan 4.000 pemudik dalam Program Mudik Gratis Angkutan Lebaran 2026/1447 H di depan Kantor Dinas Perhubungan Jatim, Kamis pagi, (19/3/2026).

 

Program ini menjadi bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

 

Khofifah menegaskan, mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai gotong royong.

 

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta mudik. Semoga perjalanan ini membawa kebahagiaan dan keberkahan,” ujar Gubernur Khofifah.

 

 

Ia menjelaskan, program mudik gratis juga dirancang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta meringankan beban biaya transportasi masyarakat.

 

Tahun ini, Pemprov Jatim menyediakan berbagai moda transportasi, mulai dari bus, truk pengangkut sepeda motor, hingga kapal laut. Bahkan, tersedia rute khusus Jakarta–Jawa Timur bagi perantau.

 

Sebanyak 158 unit bus non-ekonomi disiapkan. Rinciannya, 58 bus untuk rute AKAP Jakarta–Surabaya yang telah memberangkatkan 2.230 pemudik pada 18 Maret 2026, serta 100 bus untuk rute AKDP ke 20 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan total 4.000 penumpang.

 

“Setiap bus mengangkut sekitar 40 orang. Ini bagian dari layanan publik yang ingin kita maksimalkan,”jelasnya.

 

 

 

Selain itu, sekitar 3.000 penumpang juga telah diberangkatkan melalui jalur laut dari Jangkar menuju Raas dan Sapudi. Secara keseluruhan, program mudik gratis tahun ini menjangkau 9.230 orang.

 

Untuk meningkatkan layanan, Pemprov Jatim menghadirkan inovasi dengan pemasangan GPS di seluruh armada bus. Melalui aplikasi Transjatim Ajaib, keluarga pemudik dapat memantau posisi kendaraan secara real-time.

 

“Semua armada bisa dipantau, sehingga keluarga mendapat kepastian perjalanan,” terang Khofifah.

 

Program ini menitikberatkan dua indikator utama, yakni keselamatan dan ekonomi. Dari sisi keselamatan, mudik gratis diharapkan mampu menekan angka kecelakaan hingga menuju zero accident, terutama dengan mengalihkan penggunaan sepeda motor ke bus.

 

 

Penguatan keselamatan juga didukung pembangunan infrastruktur, seperti palang pintu dan pos jaga di perlintasan sebidang kereta api.

 

Atas upaya tersebut, Khofifah menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai pemrakarsa pembangunan palang pintu dan pos jaga kereta api terbanyak, yakni 132 titik.

 

Dari sisi ekonomi, program ini dinilai mampu meringankan biaya perjalanan masyarakat saat merayakan Lebaran di kampung halaman.

 

Ke depan, Khofifah berharap program mudik gratis dapat terus menjadi agenda tahunan dengan jangkauan yang lebih luas dan kualitas layanan yang semakin meningkat.

 

 

 

Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan paket snack, air mineral, serta kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada sopir dan kru sebagai bentuk perlindungan kerja.

 

Di akhir, Khofifah mengingatkan pemudik untuk menjaga kesehatan, mematuhi aturan, dan mengutamakan keselamatan. Ia juga membagikan tips mudik aman dengan prinsip 4S: siap kendaraan, siap pengemudi, siap aturan, dan siap doa.

 

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga perjalanan panjenengan semua lancar dan membawa kebahagiaan,” pungkasnya. (ivan)