SIDOARJO, PustakaJC.co – Tragedi ambruknya bangunan tiga lantai Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, yang menewaskan 63 santri, menjadi alarm keras bagi pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran serius untuk memperkuat edukasi mitigasi bencana sejak dini, khususnya di sekolah dan pondok pesantren. Dilansar dari jawapos.com, Senin, (23/3/2026).
“Momentum Lebaran ini mobilitas masyarakat tinggi, sehingga potensi risiko harus diantisipasi sejak dini,” ujar Khofifah saat meninjau Posko Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanjung Perak, Minggu (22/3).