SIDOARJO, PustakaJC.co – Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mendesak adanya standarisasi ketat dalam proyek pembangunan jalan di Kabupaten Sidoarjo demi menjamin keselamatan publik.
Sorotan itu muncul setelah jalan yang baru diperbaiki di wilayah Krian dilaporkan kembali rusak hanya dalam waktu sekitar dua pekan. Kondisi tersebut bahkan memicu kecelakaan berulang, terutama saat musim hujan. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (24/3/2026).
“Ini bukti bahwa pengaspalan tidak menggunakan prosedur yang benar. Kalau sesuai standar, harus ada pembersihan, penguatan pondasi, hingga pelapisan yang tepat. Tidak mungkin baru dua minggu sudah rusak,” tegasnya.
Ia menilai kerusakan cepat tersebut mengindikasikan adanya ketidaksesuaian dalam proses pengerjaan. Menurutnya, proyek infrastruktur tidak boleh dikerjakan secara asal-asalan karena menyangkut keselamatan masyarakat.
Bambang juga menyoroti dugaan lemahnya standarisasi kompetensi pekerja atau kontraktor. Ia memastikan akan melakukan pengecekan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.
“Saya akan cek apakah mereka memiliki sertifikasi sesuai standar Kementerian PUPR. Kalau tidak, tidak layak mengerjakan proyek infrastruktur. Ini menyangkut keselamatan publik,” ujarnya.
Ia mencontohkan penerapan standar teknis yang baik, seperti di DKI Jakarta, yang mampu membuat jalan bertahan hingga bertahun-tahun tanpa kerusakan signifikan.
“Kalau dikerjakan dengan benar, jalan bisa bertahan sampai 10 tahun. Ini yang harus dikejar, bukan pekerjaan yang cepat rusak dan membebani anggaran daerah,” kata Bambang.
Sementara itu, warga setempat, Septian Putra, mengaku masyarakat terpaksa melakukan perbaikan sementara secara swadaya untuk mengurangi risiko kecelakaan. (ivan)