Namun, capaian positif tersebut tidak boleh membuat lengah. Emil menegaskan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang melampaui rata-rata nasional—ditopang ekspor yang tumbuh lebih dari 16 persen dan penurunan impor sebesar 2,75 persen—tetap harus dijaga dengan langkah antisipatif.
Ia juga mengingatkan potensi gangguan di masyarakat seperti spekulasi harga, penimbunan barang, hingga panic buying. Untuk itu, peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) harus dioptimalkan agar mampu bergerak cepat menjaga stabilitas harga.
Di sektor energi, Emil memastikan pasokan LPG masih dalam kondisi aman setelah berkoordinasi dengan Hiswana Migas. Meski begitu, ia menekankan pentingnya verifikasi lapangan untuk memastikan distribusi tetap lancar.
Sebagai catatan, angka inflasi yang sempat menyentuh 4,64 persen menjadi sinyal kewaspadaan bagi seluruh daerah.
“Ini alarm bagi kita semua. Jangan sampai inflasi tidak terkendali,” tegasnya. (ivan)