SURABAYA, PustakaJC.co - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta seluruh bupati dan wali kota meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak ekonomi global, mulai dari inflasi hingga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Hal itu disampaikan Emil usai menghadiri diskusi publik bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam agenda halal bihalal di Surabaya, Rabu.
“Ibu Gubernur melihat momentum ini harus dimanfaatkan secara produktif untuk mengantisipasi kondisi global,” ujar Emil, dikutip dari antaranews.com, Kamis, (26/3/2026).
Menurutnya, gejolak global—termasuk konflik di Timur Tengah—mulai berdampak pada jalur logistik dan biaya produksi. Dampaknya sudah dirasakan pelaku usaha, khususnya sektor UMKM yang mengeluhkan kenaikan harga bahan baku seperti plastik.
Meski demikian, Emil mengungkapkan hasil simulasi pemerintah pusat bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bank Indonesia, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menunjukkan dampak ekonomi di Jawa Timur relatif lebih ringan dibandingkan daerah lain.
“Alhamdulillah, simulasi Bappenas menunjukkan dampak di Jawa Timur tidak seberat wilayah lain,”katanya.
Namun, capaian positif tersebut tidak boleh membuat lengah. Emil menegaskan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang melampaui rata-rata nasional—ditopang ekspor yang tumbuh lebih dari 16 persen dan penurunan impor sebesar 2,75 persen—tetap harus dijaga dengan langkah antisipatif.
Ia juga mengingatkan potensi gangguan di masyarakat seperti spekulasi harga, penimbunan barang, hingga panic buying. Untuk itu, peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) harus dioptimalkan agar mampu bergerak cepat menjaga stabilitas harga.
Di sektor energi, Emil memastikan pasokan LPG masih dalam kondisi aman setelah berkoordinasi dengan Hiswana Migas. Meski begitu, ia menekankan pentingnya verifikasi lapangan untuk memastikan distribusi tetap lancar.
Sebagai catatan, angka inflasi yang sempat menyentuh 4,64 persen menjadi sinyal kewaspadaan bagi seluruh daerah.
“Ini alarm bagi kita semua. Jangan sampai inflasi tidak terkendali,” tegasnya. (ivan)