Menurutnya, kampung merupakan ruang utama tumbuh kembang anak. Karena itu, diperlukan orkestrasi yang jelas agar program tersebut tidak sekadar menjadi jargon.
Ia juga menekankan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus melibatkan masyarakat secara aktif.
“Anak jangan hanya jadi objek kebijakan. Pemkot perlu membuka ruang kolaborasi yang lebih terstruktur dengan publik,” katanya.