Strategi Energi Nasional, Bahlil Lahadalia Cari Pasokan Minyak di Luar Timur Tengah Imbas Konflik Global

pemerintahan | 27 Maret 2026 13:45

Strategi Energi Nasional, Bahlil Lahadalia Cari Pasokan Minyak di Luar Timur Tengah Imbas Konflik Global
Menteri ESDM Bahlil Lahadia menyatakan cadangan BBM nasional aman sampai Lebaran. (dok Jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Indonesia mulai mengantisipasi dampak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terhadap stabilitas pasokan energi global. Ketegangan geopolitik tersebut dinilai berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia, sehingga diperlukan langkah cepat untuk menjaga ketahanan energi nasional. 

 

 

"Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim, untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita, dari hampir semua negara," ucap Bahlil saat kunjungan kerja di Karanganyar, Jawa Tengah, Demikian dikutip dari Jawapos.com, jum'at, (27/3/2026). 

 

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencari alternatif sumber pasokan minyak dari berbagai negara di luar kawasan konflik.

 

 

Menurut Bahlil, kondisi geopolitik global saat ini sulit diprediksi, sehingga pemerintah perlu melakukan mitigasi sejak dini guna menghindari potensi krisis energi dalam negeri. Langkah diversifikasi sumber impor minyak menjadi salah satu strategi utama untuk memastikan pasokan tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

 

 

"Kita harus menyadari, bahwa kondisi geopolitik ini tidak ada satu orang pun yang dapat meramalkan," ungkap dia.

 

 

Meski demikian, ia memastikan bahwa kondisi energi nasional hingga saat ini masih dalam ?????? aman. Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), baik jenis bensin maupun solar, serta liquefied petroleum gas (LPG), dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menjelang periode Lebaran.

 

 

Pemerintah juga terus mengoptimalkan produksi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap impor. Untuk jenis solar, Indonesia saat ini telah mampu menekan impor melalui peningkatan produksi domestik. Namun, untuk bensin, sekitar 50 persen kebutuhan masih bergantung pada impor, sementara LPG mencapai sekitar 70 persen.

 

 

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai penting untuk memperluas sumber pasokan energi dari berbagai negara guna menjaga stabilitas distribusi dan harga di dalam negeri. Diversifikasi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

 

 

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam memastikan keamanan energi nasional tetap terjaga, sekaligus meminimalkan dampak eksternal terhadap perekonomian domestik. (frcn)