Sinergi Kominfo Jatim–Polinema, Riset Kampus Didorong Tembus Dunia Kerja

pemerintahan | 03 April 2026 08:01

Sinergi Kominfo Jatim–Polinema, Riset Kampus Didorong Tembus Dunia Kerja
Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin bersama Direktur Polinema Supriatna Adhisuwignjo usai menandatangani kerja sama di Graha Polinema. (dok kominfo)

 

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperkuat kolaborasi dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema) untuk mendorong hasil riset kampus agar tidak berhenti di meja akademik, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata di dunia kerja.

 

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Graha Polinema, Kota Malang, Rabu (1/4/2026), yang mencakup pengembangan sumber daya manusia (SDM), dukungan bidang komunikasi dan informatika, statistik, serta keamanan informasi. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Jumat, (3/4/2026).

 

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital di Jawa Timur.

 

“Ke depan akan semakin banyak kolaborasi yang bisa dilakukan bersama. Kami memiliki visi yang sejalan, terutama dalam pengembangan SDM dan transformasi digital,” ujarnya.

 

 

Ia menekankan, salah satu tantangan utama saat ini adalah belum optimalnya keterhubungan antara hasil riset akademik dengan kebutuhan riil di lapangan.

 

“Selama ini masih ada gap antara riset dengan kebutuhan di perangkat daerah. Melalui kerja sama ini, kami berharap penelitian dosen bisa selaras dengan kebutuhan di Jawa Timur,” jelasnya.

 

Sherlita menambahkan, hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat diimplementasikan secara konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).

 

Selain itu, program magang juga menjadi bagian penting dalam kolaborasi tersebut. Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung agar lebih siap menghadapi dunia kerja.

 

“Mahasiswa yang selama ini belajar secara teoritis akan mendapatkan perspektif baru saat terjun langsung di lapangan. Ini penting untuk membentuk SDM yang siap kerja,” imbuhnya.

 

 

 

Sementara itu, Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, menyebut kerja sama ini sebagai momentum strategis untuk memperluas kolaborasi sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi.

 

Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan SDM yang adaptif dan mampu bersaing di tingkat global.

 

“Kegiatan ini menjadi jembatan yang menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri, baik nasional maupun internasional,” katanya.

 

 

 

Kerja sama ini juga dirangkaikan dengan kegiatan International Educational Expo dan Open House Polinema 2026, yang menjadi ajang promosi pendidikan vokasi sekaligus memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai pihak.

 

Dengan kolaborasi ini, Pemprov Jatim berharap lahir SDM unggul yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga siap terjun dan berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah. (ivan)