Menurut Khofifah, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas serta membuka peluang pengembangan industri kulit di Jawa Timur agar lebih kompetitif. Ia menilai dukungan dari pihak diplomatik sangat membantu dalam menjembatani kebutuhan bahan baku bagi pelaku usaha.
Jawa Timur sendiri dikenal sebagai salah satu sentra utama industri kulit nasional, dengan konsentrasi produksi di wilayah Sidoarjo, Magetan, dan Pasuruan. Sektor ini mencakup berbagai lini usaha, mulai dari penyamakan kulit hingga produksi alas kaki, tas, dan produk turunannya.
Namun demikian, pelaku industri masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan bahan baku berkualitas, kebutuhan modernisasi teknologi, serta tuntutan peningkatan standar mutu untuk pasar ekspor.