Meski demikian, ia menekankan pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan sisi humanis melalui sosialisasi yang intens kepada pelaku usaha maupun masyarakat.
“Dengan pendekatan yang humanis, kita bisa mengurangi sampah sejak dari sumbernya sebelum masuk ke TPS hingga TPA,” tuturnya.
Di sisi lain, kondisi armada pengangkut sampah juga menjadi perhatian. Sejumlah kendaraan dilaporkan sudah berusia tua dan tidak lagi memenuhi standar operasional, sehingga berpotensi menyebabkan sampah tercecer di jalan.
“Perlu ada peremajaan armada. Dinas Lingkungan Hidup harus mengganti kendaraan yang usianya di atas 15 tahun agar pelayanan lebih optimal dan estetika kota tetap terjaga,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar peremajaan armada tidak hanya mempertimbangkan usia kendaraan, tetapi juga aspek lingkungan dengan mengarah pada penggunaan kendaraan non-bahan bakar fosil.
“Ini selaras dengan upaya Pemkot Surabaya yang mulai menggunakan kendaraan dinas listrik,” pungkas Wakil Ketua DPRD Surabaya ini. (ivan)