Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa pembangunan gedung baru ini tidak sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol transformasi layanan kesehatan yang lebih profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Gedung yang memiliki tujuh lantai tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan RSU Muslimat Ponorogo, baik dari sisi fasilitas, teknologi, maupun kualitas sumber daya manusia. Kehadiran gedung ini juga memperkuat posisi rumah sakit sebagai rujukan layanan kesehatan, khususnya untuk ibu dan anak serta layanan infertilitas.
Khofifah menambahkan, penamaan gedung dengan nama Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memiliki makna mendalam sebagai pengingat nilai kemanusiaan, toleransi, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.