Pengawasan juga mencakup penggunaan LPG subsidi di sektor usaha seperti hotel, restoran, kafe, hingga industri kecil. Pemerintah mendorong pelaku usaha yang mampu untuk beralih menggunakan LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram hingga 50 kilogram.
Sebelumnya, sempat terjadi laporan kesulitan LPG 3 kilogram di Banyuwangi. Namun, kondisi tersebut dipastikan bukan karena kelangkaan stok, melainkan kendala distribusi yang kini telah tertangani. Sebagai respons cepat, Pemprov bersama Pertamina menyalurkan tambahan lebih dari 100 ribu tabung LPG selama Maret 2026.
Laporan serupa juga muncul di Kabupaten Bojonegoro dan telah ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan agen serta pemerintah daerah setempat. Saat ini, distribusi LPG di wilayah tersebut telah kembali normal.