Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor pariwisata. Pemerintah daerah berharap, langkah ini mampu mendorong pengelolaan destinasi yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Asluchul juga mengingatkan bahwa keberhasilan wisata tak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga integritas dan manajemen diri.
“Bukan hanya kemampuan teknis, tapi bagaimana kita mengelola diri sendiri. Kalau itu tidak kuat, potensi wisata yang sudah baik bisa runtuh,” tegasnya.
Ia menambahkan, destinasi wisata merupakan aset bersama yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, pengelola dituntut memiliki kesadaran kolektif dalam mengembangkan potensi daerah.