Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengungkapkan, ancaman kekeringan tahun ini tergolong serius berdasarkan hasil pemetaan yang mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sedikitnya 410.514 kepala keluarga (KK) berpotensi terdampak di 26 kabupaten/kota, yang tersebar di 222 kecamatan dan 815 desa. Angka ini menjadi peringatan keras bahwa dampak kekeringan tidak bisa dianggap remeh.
“Ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih. Kami telah menyiapkan langkah mitigasi agar dampak kekeringan dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujar Gatot.