Ia menegaskan, pemerintah tidak perlu bergantung pada teknologi impor. Menurutnya, optimalisasi peran perguruan tinggi dan inovasi lokal menjadi kunci percepatan penyelesaian masalah sampah nasional.
“Dalam waktu dua tiga tahun, sampah seluruh Indonesia akan kita selesaikan. Tidak ada bagian Indonesia yang bau oleh sampah,” tegasnya.
Namun, pernyataan itu menuai kritik. Juru Kampanye Zero Waste Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar, menilai target tersebut tidak realistis tanpa perubahan mendasar dalam sistem pengelolaan sampah, terutama dari sisi hulu.