Ia mengingatkan, pendekatan yang hanya mengandalkan teknologi di hilir seperti waste to energy berpotensi tidak menyelesaikan masalah secara menyeluruh. Bahkan, teknologi tersebut dinilai dapat mendorong kebutuhan pasokan sampah terus-menerus agar tetap beroperasi.
Selain itu, aspek emisi juga menjadi perhatian. Ia mempertanyakan kesiapan operator dalam membuka data uji emisi secara transparan.
Tak hanya itu, ketiadaan peta jalan (roadmap) yang jelas dari pemerintah dinilai menjadi indikator kuat bahwa target ambisius tersebut sulit direalisasikan.
“Kalau mau dua sampai tiga tahun selesai, roadmap-nya apa? Sampai sekarang tidak ada,” pungkasnya. (ivan)