Pangdam V/Brawijaya, Rudy Saladin, mengungkapkan bahwa bantuan kendaraan damkar ini disalurkan secara bertahap dalam dua fase, masing-masing sebanyak 50 unit.
Ia menambahkan, setiap komando distrik militer (kodim) nantinya akan dilengkapi satu tim damkar beserta kru operator yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Hal ini dilakukan agar personel TNI dapat turut mendukung tugas pemerintah daerah dalam penanggulangan kebakaran dan situasi darurat lainnya.
“Selain kendaraan, kami juga menyiapkan operator yang terlatih. Harapannya, kehadiran tim damkar di tiap satuan dapat membantu masyarakat secara cepat dan efektif saat terjadi bencana,” tambahnya.
Dengan adanya tambahan armada ini, diharapkan kapasitas respons terhadap kebakaran maupun kondisi darurat di berbagai wilayah Jawa Timur semakin optimal, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam pelayanan kepada masyarakat. (frcn)