SURABAYA, PustakaJC.co — Gerimis turun pelan membasahi kawasan PT Gelora Djaja (Wismilak Group), Selasa sore, (21/4/2026). Langit mendung seolah menahan dingin, namun di dalam ruangan, suasana justru hangat—dipenuhi ratusan penerima manfaat yang datang dari berbagai latar belakang.
Mereka bukan hanya buruh pabrik rokok. Di kursi-kursi yang tersusun rapi itu, hadir masyarakat dari kelompok desil 1–5—mulai dari buruh, pekerja informal, hingga pelaku usaha kecil binaan program kewirausahaan.

Tepuk tangan pecah saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memasuki ruangan. Senyum para peserta mengembang, sebagian berdiri, sebagian lainnya mengangkat ponsel mengabadikan momen.

Di atas panggung, Khofifah membuka sambutan dengan doa dan shalawat. Suaranya tenang, mengalun di tengah rintik hujan yang masih terdengar samar dari luar gedung.
“Mudah-mudahan dunia ini terwujud kedamaian dan kasih sayang. Kalau dunia damai, hati damai, keluarga damai, Jawa Timur damai, Indonesia damai,” ucap Khofifah.
Ruangan hening sejenak, lalu serempak menjawab, amin.
Tak berhenti di situ, ia juga menyisipkan harapan bagi masa depan keluarga para penerima manfaat.
“Mudah-mudahan anak-anak ibu semua bisa sekolah setinggi-tingginya, bahkan sampai doktor,” ujarnya, disambut tepuk tangan riuh.
Suasana semakin cair saat Khofifah Indar Parawansa menyapa satu per satu pejabat yang hadir. Mulai dari Anggota Komisi E DPRD Jatim, Rasiyo dan Cahyo Harjo Prakoso, perwakilan Pemkot Surabaya, hingga jajaran kepala dinas di lingkungan Pemprov Jatim.
Candaan pun mengalir hangat. Khofifah sempat memuji Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, sebagai sosok yang “siaga tanpa jam kerja” karena tuntutan tugas kebencanaan. Sementara itu, kehadiran Kepala DPMD Jatim Budi Sarwoto, Kadisnakertrans Sigit Priyanto, serta Plt Kadis ESDM Aftabuddin Rijaluzzaman turut memicu tawa saat didoakan agar rezekinya “menular ke semua.” Ruangan pun pecah oleh gelak tawa, seketika menghapus sekat antara panggung kehormatan dan kursi peserta yang hadir.
Dari pihak tuan rumah, jajaran direksi dan manajemen PT Gelora Djaja turut hadir, yang merupakan bagian dari PT Wismilak Inti Makmur Tbk di bawah kepemimpinan Direktur Utama Ronald Walla.

Masih terkait salurkan BLT DBHCHT bagi buruh pabrik rokok dan perkuat KIP Putri Jawara 2026 , Restu Novi Wildiani dalam laporannya menegaskan bahwa program ini menyasar kelompok masyarakat paling membutuhkan.
“Hari ini tidak hanya Hari Kartini, tapi juga satu tahun perjalanan program KIP Kusuma Jawara. Sampai sekarang sudah ada 10.462 penerima manfaat,” ungkap Novi.
Ia menjelaskan, penyaluran DBHCHT tahun 2026 menjangkau 25 kabupaten/kota dengan total anggaran lebih dari Rp10,3 miliar. Bantuan tersebut diarahkan bagi masyarakat desil 1–5, termasuk buruh pabrik rokok, sebagai bentuk perlindungan sosial sekaligus penguatan ekonomi.
“Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya buruh dan kelompok rentan, agar tetap berdaya,” tegasnya.
Di sela sambutan, Novi juga menyampaikan kekagumannya kepada sosok gubernur perempuan tersebut—yang langsung disambut gelak tawa hadirin.
“Saya ditanya, siapa sosok perempuan yang paling saya kagumi? Ada tiga: Ibu Khofifah, Ibu Khofifah, dan Ibu Khofifah,” ujarnya.
Tepuk tangan kembali menggema.
Menjelang akhir acara, suasana berubah menjadi lebih emosional sekaligus penuh semangat. Lagu “Ibu Kita Kartini” dinyanyikan bersama. Para peserta berdiri, sebagian mengangkat tangan, sebagian lainnya merekam momen yang jarang mereka rasakan.
Di luar, gerimis belum benar-benar reda. Namun di dalam ruangan, harapan terasa tumbuh—tentang kehidupan yang lebih layak, usaha yang bisa berkembang, dan anak-anak yang kelak mengubah nasib keluarga.

Sore itu, bantuan memang dibagikan. Tapi yang lebih terasa adalah kehadiran negara—yang tidak hanya memberi, tetapi juga menguatkan. (ivan)