JAKARTA, PustakaJC.co — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai desa wisata di Jawa Timur mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara inklusif.
“Jawa Timur menunjukkan bahwa desa wisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, (22/4/2026).
Berdasarkan hasil kunjungan kerja ke sejumlah daerah, ia menyebut Jawa Timur memiliki beragam desa wisata unggulan dengan potensi besar, baik dari sisi alam, budaya, maupun pemberdayaan ekonomi warga. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (23/4/2026).
Keberhasilan tersebut salah satunya tercermin dari penghargaan yang diraih program Wisata Alam Gosari dalam ajang CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026. Dalam kesempatan yang sama, penghargaan juga diserahkan kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak atas keberhasilan pengembangan desa wisata berbasis ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Ni Luh menegaskan, Kementerian Pariwisata terus memperkuat pengembangan desa wisata melalui peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas, pendampingan, sertifikasi desa wisata berkelanjutan, hingga pemberian apresiasi kepada daerah berprestasi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta pihak swasta, guna meningkatkan kualitas dan daya saing desa wisata di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam pembangunan desa.
Menurutnya, berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) telah memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa, mulai dari pengembangan desa tematik, peningkatan kapasitas UMKM, pembangunan sarana dan prasarana, hingga penguatan sumber daya manusia.
“Program CSR telah memberikan manfaat nyata bagi desa. Ke depan, kami mengimbau BUMN maupun sektor swasta untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan desa,” ujar Ni Luh. (ivan)