Rakor OPOP Jatim Perkuat Sinergi Pengembangan Ekonomi Pesantren

pemerintahan | 23 April 2026 07:18

Rakor OPOP Jatim Perkuat Sinergi Pengembangan Ekonomi Pesantren
Foto bersama Para Peserta Rakor Pengembangan OPOP Jawa Timur2026 di Hotel Mercure Surabaya. (dok memotimur)

SURABAYA, PustakaJC.co — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat ekonomi berbasis pesantren melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur 2026 yang digelar di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Selasa, (21/4/2026).

 

Plt. Asisten Administrasi Umum Setdap Provinsi Jatim, Akhmad Jazuli, mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan rakor ini memiliki peran strategis. Menurutnya, Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah pesantren terbesar memiliki kekuatan besar dalam mendorong ekonomi syariah nasional. Dilansir dari memotimur.id, Kamis, (23/4/2026).

 

“Pesantren perlu dibekali kewirausahaan dan keterampilan. Program OPOP ini sangat penting, dan rakor ini diharapkan menghasilkan langkah konkret yang mudah diterapkan,” ujarnya.

 

 

Ia menambahkan, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inovasi yang telah dilakukan tim penguatan OPOP Jatim. Di antaranya melalui Dinas Koperasi dan UKM dengan fasilitasi advokasi kelembagaan, sertifikasi, akses pasar, hingga pembiayaan, termasuk program terbaru Pesawat (Pelatihan Santri Wirausaha Terpadu).

 

Sejumlah lembaga turut terlibat dalam penguatan program ini, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui OPOP Training Center, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Bappeda Jatim dengan Samsat OPOP, Bank Indonesia melalui digitalisasi pembayaran, serta Bank Jatim Syariah dalam layanan perbankan syariah.

 

“Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara menjadi penghubung wilayah, khususnya Indonesia timur. Peran pesantren penting dalam mencetak SDM unggul dan penggerak ekonomi,” tambahnya.

 

 

 

Masih terkait Rakor OPOP di Jatim, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, menjelaskan rakor ini bertujuan memperkuat sinergi program pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus meningkatkan pemahaman strategi pengembangan melalui benchmarking koperasi sukses.

 

Rakor diikuti 170 peserta dari 100 pesantren program OPOP 2026, 10 peserta terbaik periode 2019–2025, serta tim Eko-Tren OPOP Jatim. Selain itu, 100 pesantren lainnya mengikuti secara daring.

 

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan berbagai dukungan, mulai dari sertifikat badan hukum koperasi, sertifikat halal, sertifikat merek HAKI, bantuan 1.000 koperasi pesantren inovatif, santunan BPJS Ketenagakerjaan, hingga peluncuran program Pesawat OPOP Jatim 2026. (ivan)