Ketua Umum PDI Perjuangan itu secara khusus menyoroti wacana perubahan sistem pemilu, termasuk usulan pemilihan presiden tidak langsung. Ia menilai alasan mahalnya biaya politik tidak cukup kuat untuk mengubah sistem yang telah berjalan sejak era reformasi.
“Hanya karena dianggap mahal, lalu mau diubah? Tahun 1955 saja bisa berjalan dengan baik. Jadi alasan itu menurut saya tidak tepat,” ujarnya.
Menurutnya, pemilihan langsung memberikan legitimasi kuat kepada pemimpin yang dipilih rakyat. Karena itu, setiap upaya yang berpotensi mengurangi kedaulatan rakyat harus diwaspadai.
Tak hanya itu, Megawati juga mengkritik budaya “penyeragaman” sikap di lembaga negara. Ia menilai kecenderungan mengikuti perintah tanpa pertimbangan hukum dapat merusak demokrasi.
“Jangan sampai semua hanya bilang ‘siap komandan’ tanpa berpikir. Kalau semua diseragamkan, di mana letak keadilan?” katanya.