Khofifah Tanggapi Rekomendasi DPRD Jatim soal BUMD, Tekankan Kinerja Tak Bisa Disamaratakan

pemerintahan | 07 Mei 2026 17:52

Khofifah Tanggapi Rekomendasi DPRD Jatim soal BUMD, Tekankan Kinerja Tak Bisa Disamaratakan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merespons pandangan akhir (PA) fraksi-fraksi DPRD Jawa Timur terkait rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menegaskan bahwa kinerja BUMD tidak bisa disamaratakan, terutama dalam hal kontribusi dividen dan profitabilitas.

 

Pernyataan itu disampaikan Khofifah usai rapat paripurna bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansadan DPRD Jawa Timur di Surabaya, Selasa, (5/5/2026).

 

Menurutnya, seluruh BUMD di Jawa Timur telah berkomitmen menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta Key Performance Indicator (KPI) yang terukur. Namun, ia menilai evaluasi tidak dapat dilakukan secara generalisasi. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (7/5/2026).

 

“Ini kan kayak digebyah-uyah (disamaratakan). Padahal Bank Jatim itu keuntungannya tertinggi di antara seluruh bank daerah di Indonesia,” ujar Khofifah.

 

Ia menjelaskan, perbedaan besaran dividen yang diterima tidak selalu mencerminkan penurunan kinerja, melainkan dipengaruhi kebijakan investasi, termasuk penguatan teknologi dan ekspansi layanan.