Tak hanya tingkat serapan kerja yang tinggi, keselarasan pekerjaan lulusan dengan bidang keahliannya juga mencapai 69,43 persen. Rata-rata masa tunggu kerja lulusan SMK hanya sekitar 3,38 bulan setelah dinyatakan lulus.
Khofifah menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri terus diperkuat Pemprov Jatim di tengah tantangan disrupsi teknologi dan industri 4.0.
“Kebutuhan kompetensi industri berkembang sangat cepat. Karena itu, sektor pendidikan vokasi harus adaptif dan responsif terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja,” katanya.