Menurutnya, dunia industri saat ini lebih mengutamakan keterampilan nyata dibanding sekadar ijazah. Karena itu, latihan praktik dan sertifikasi kompetensi harus terus diperbanyak agar lulusan SMK mampu bersaing di dunia kerja.
Pemprov Jatim juga terus memperkuat program Teaching Factory (TeFa) di seluruh SMK negeri maupun swasta. Saat ini terdapat 298 SMK negeri dan 1.860 SMK swasta di Jawa Timur yang diwajibkan memiliki Teaching Factory pada setiap jurusan.
“Upaya sekolah tidak hanya mengoptimalkan siswa saat praktik kerja industri, tetapi juga membiasakan suasana dunia industri setiap waktu,” jelas Khofifah.
Selain itu, Pemprov Jatim juga menjalankan program retooling atau peningkatan kompetensi bagi lulusan yang masih menunggu panggilan kerja dari industri.
“Sembari menunggu panggilan industri, kompetensi mereka terus diasah dan ditingkatkan agar sesuai kebutuhan industri,” tambahnya.