Meski demikian, Adhy mengakui masih ada disparitas di beberapa sektor pembangunan. Namun menurutnya, persoalan tersebut bukan semata tanggung jawab pemerintah provinsi, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
“Ya paling disparitasnya seperti itu. Tentu tanggung jawab kita bersama bukan hanya provinsi,” imbuhnya.
Ia menegaskan, secara umum capaian indikator kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2025 berada di angka sekitar 98 persen. Sementara terkait beberapa indikator yang masih dalam proses penilaian, Adhy memastikan pemerintah pusat belum menetapkan hasil finalnya.
“Prinsipnya ada 98 persen tercapai indikatornya. Kalau pun ada yang terkait LH, itu ada suratnya dari Dirjen LH bahwa masih proses penetapan penilaian. Jadi belum tentu itu juga tidak tercapai,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Adhy menyebut capaian tahun ini secara keseluruhan dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jadi prinsipnya lebih bagus dari tahun kemarin,” pungkas Sekdaprov Jatim ini. (ivan)