Prabowo Turun Sendiri Panen Jagung di Tuban, 100 Ton Siap Diekspor ke Malaysia

pemerintahan | 18 Mei 2026 06:28

Prabowo Turun Sendiri Panen Jagung di Tuban, 100 Ton Siap Diekspor ke Malaysia
Presiden Prabowo Subianto mengendarai sendiri kendaraan Combine Corn di lahan perhutani Dusun Kedung Sari, Desa Tuwiri Wetan, Merakurak, Tuban. (dok jatimpos)

 

 

 

TUBAN, PustakaJC.co – Presiden Prabowo Subianto turun langsung memanen jagung saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu, (16/5/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo bahkan mengendarai sendiri alat pertanian modern jenis Combine Corn Harvester di lahan perhutani Dusun Kedung Sari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban. Aksi tersebut langsung menarik perhatian petani dan masyarakat yang hadir. Dilansir dari jatimpos.co, Senin, (18/5/2026).

 

Hamparan jagung menguning menjadi latar panen raya yang digelar sebagai bagian dari penguatan swasembada pangan nasional.

 

Di hadapan Presiden Prabowo, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa panen raya jagung kuartal II tahun 2026 dilakukan serentak di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton jagung.

 

“Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi-Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat,” ujar Kapolri.

 

 

 

Secara khusus di Kabupaten Tuban, panen raya dilaksanakan di atas lahan seluas 101,5 hektare yang merupakan kawasan perhutanan sosial. Lahan tersebut dikelola oleh empat kelompok, yakni KTH Wonolestari, LMDH Jenggolomanik, LMDH Wonomoyo, serta lahan milik PT Semen Indonesia.

 

Menurut Kapolri, dari total luas lahan tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 609 ton jagung. Seluruh hasil panen nantinya akan dikirim ke Bulog untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah dan menjaga stabilitas pasokan nasional.

 

Kegiatan panen raya jagung serentak ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang ekspor hasil pangan Indonesia ke pasar luar negeri.

 

Pemerintah juga terus mendorong modernisasi alat pertanian dan penguatan koperasi agar kesejahteraan petani meningkat serta ekonomi desa semakin kuat.

 

Acara tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah pusat dan daerah, unsur TNI-Polri, kelompok tani, hingga pelaku sektor pangan nasional. (ivan)