SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi melepas kloter terakhir jamaah haji Embarkasi Surabaya 2026, Kamis, (21/5/2026). Sebanyak 116 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Kloter terakhir atau kloter 116 terdiri dari jamaah asal Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Pelepasan dilakukan di Asrama Haji Surabaya. Dilansir dari jawapos.com, Jumat,(22/5/2026).
“Alhamdulillah ada 116 kloter yang telah kita berangkatkan dari Embarkasi Surabaya, ini terbanyak di antara semua provinsi di Indonesia,” ujar Khofifah kepada awak media.
Khofifah yang juga Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya mengatakan Jawa Timur mendapat tambahan kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi karena memiliki daftar tunggu haji terpanjang di Indonesia.
“Kami bersyukur dan berterima kasih. Kalau hitung-hitungan, kita dapat tambahan kuota sekitar 8.000 jamaah,” katanya.
Ia berharap seluruh jamaah asal Indonesia, khususnya Jawa Timur, dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar di tengah situasi konflik kawasan Timur Tengah.
“Mohon doa semoga mereka selama melaksanakan ibadah hajinya semuanya sehat, lancar, dan mabrur. Saya juga pesan agar jamaah turut mendoakan Indonesia aman dan damai,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya sekaligus Plt Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, As’adul Anam, menyebut terdapat 30 jamaah yang gagal berangkat tahun ini.
“Ada yang mundur karena tidak ada pendamping, ada yang sakit saat sudah di embarkasi. Beberapa mengalami demensia, hamil, hingga sakit jantung,” jelasnya.
Selain itu, hingga Kamis (21/5), tercatat 14 jamaah asal Embarkasi Surabaya meninggal dunia. Rinciannya, satu orang wafat di RSUD Haji Surabaya dan 13 lainnya meninggal di Arab Saudi. (ivan)