Menurut dia, kebijakan pendidikan tidak dapat dibuat secara mendadak tanpa dasar yang jelas. Ia menilai setiap kebijakan harus memiliki kajian filosofis, pedagogis, dan sosiologis agar implementasinya tidak menimbulkan kebingungan di lingkungan pendidikan.
Satriwan mengatakan, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk membangun karakter serta kemampuan peserta didik. Karena itu, setiap perubahan kurikulum seharusnya melalui proses perencanaan yang matang dan melibatkan berbagai pertimbangan.
P2G juga berharap pernyataan Presiden terkait bahasa asing tidak sekadar menjadi bagian dari diplomasi saat kunjungan luar negeri, tetapi benar-benar disiapkan dengan arah kebijakan yang jelas.