Pasir Berbisik yang Mulai Senyap, Ikhtiar Jawa Timur Menyelamatkan Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan

pemerintahan | 17 Juni 2026 18:31

Pasir Berbisik yang Mulai Senyap, Ikhtiar Jawa Timur Menyelamatkan Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan
Dok kreatif tim PustakaJC.co

SURABAYA, BeritaGov.id – Di tengah perubahan tren pariwisata dunia yang semakin mengedepankan pengalaman autentik, Jawa Timur tengah menghadapi tantangan besar: bagaimana menjaga keindahan alam dan budaya agar tetap lestari tanpa kehilangan daya tarik bagi wisatawan.

 

Wisatawan masa kini tidak lagi sekadar berburu foto di destinasi populer. Mereka mencari pengalaman yang berkesan, interaksi dengan masyarakat lokal, hingga cerita yang memiliki makna mendalam. Pergeseran tren menuju special interest tourism atau wisata minat khusus inilah yang menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

 

Provinsi yang memiliki kekayaan alam luar biasa mulai dari Gunung Bromo, Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, kawasan geopark, wisata bahari, hingga desa wisata berbasis budaya tersebut kini berupaya membangun pariwisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga berkelanjutan.

 

Dalam wawancara eksklusif  PustakaJC.c bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan pariwisata daerah melalui peninjauan kembali Rencana Induk Pariwisata Provinsi (RIPPARPROV).

 

"Kami sedang melakukan review Rencana Induk Pariwisata Provinsi bersama sejumlah tenaga ahli. Dua tahun terakhir menjadi fase evaluasi dan pembenahan agar pembangunan pariwisata Jawa Timur memiliki arah yang semakin terukur, adaptif, dan berkelanjutan," ujar Evy.