Menurut Evy, paradigma pembangunan pariwisata saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan tingginya angka kunjungan wisatawan. Lebih penting dari itu adalah menjaga kualitas destinasi dan memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat lokal tanpa mengorbankan lingkungan.
Perubahan tersebut mulai diterapkan pada sejumlah destinasi unggulan, termasuk kawasan Gunung Bromo yang selama puluhan tahun menjadi ikon wisata Jawa Timur.
Kawasan yang terkenal dengan lautan pasir dan panorama matahari terbit itu kini memasuki tahap penataan yang lebih serius. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama berbagai pihak melakukan berbagai intervensi untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan konservasi lingkungan.
Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain penyediaan sarana air bersih, peningkatan fasilitas penunjang wisata, hingga pembangunan jalur khusus kendaraan wisata di kawasan kaldera.
"Ibu Gubernur memiliki perhatian besar terhadap kelestarian lingkungan. Karena itu aktivitas wisata harus memiliki batasan yang jelas agar sumber daya alam yang kita miliki tetap terjaga untuk generasi mendatang," katanya.