Data OJK menunjukkan kredit perbankan di Jawa Timur mencapai Rp620,09 triliun atau tumbuh 1,97 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 yang tercatat tumbuh 1,90 persen.
Meski demikian, pertumbuhan kredit tersebut masih lebih rendah dibandingkan Desember 2024 yang mencapai 8,62 persen. Secara year to date (ytd), kredit bahkan mengalami kontraksi sebesar 0,89 persen yang mengindikasikan adanya penyesuaian penyaluran kredit pada awal tahun.
Menurut Yunita, dunia usaha maupun rumah tangga masih melakukan penyesuaian terhadap tingkat suku bunga, kondisi permintaan domestik, serta ketidakpastian ekonomi global sehingga ekspansi kredit berlangsung lebih hati-hati.
Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) justru menunjukkan kinerja yang lebih baik. DPK tercatat mencapai Rp830,757 triliun atau tumbuh 4,19 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang tumbuh 3,50 persen.
“Peningkatan DPK menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan masih tetap kuat dan penghimpunan dana berjalan baik,” ujarnya.