Perbankan Jatim Tetap Solid, OJK Nilai Likuiditas dan Modal Masih Kuat

pemerintahan | 30 Mei 2026 07:50

 

Sementara itu, likuiditas perbankan Jawa Timur tetap berada pada level yang memadai. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat sebesar 26,63 persen dan AL/NCD sebesar 119,78 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing sebesar 10 persen dan 50 persen.

 

Meski rasio AL/DPK sedikit menurun dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 26,74 persen, kondisi tersebut masih menunjukkan kemampuan perbankan yang kuat dalam memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek.

 

Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan Jawa Timur tercatat sebesar 30,48 persen pada Februari 2026. Angka ini memang sedikit menurun dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 31,38 persen, namun masih tergolong sangat tinggi.

 

Menurut Yunita, kondisi tersebut mencerminkan struktur permodalan perbankan yang kuat untuk menyerap berbagai risiko sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis pada masa mendatang.

 

Secara keseluruhan, OJK menilai industri perbankan Jawa Timur masih berada dalam kondisi sehat. Intermediasi tetap berjalan, likuiditas memadai, dan permodalan kuat meskipun pertumbuhan kredit masih terbatas serta risiko kredit perlu terus dicermati. (ivan)