Misi Dagang Jatim–Sulut Tembus Rp1,887 Triliun, Wagub Emil: Hubungan Dagang Harus Saling Menguntungkan

pemerintahan | 05 Juni 2026 12:55

Misi Dagang Jatim–Sulut Tembus Rp1,887 Triliun, Wagub Emil: Hubungan Dagang Harus Saling Menguntungkan
(dok humasjatim)

MANADO, PustakaJC.co– Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin langsung Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berhasil mencatatkan komitmen transaksi sebesar Rp1,887 triliun. Kegiatan yang digelar di Hotel Four Points Manado, Kamis (4/6/2026), menjadi bukti kuat semakin eratnya kerja sama ekonomi antara kedua provinsi.

Wagub Emil menyampaikan bahwa total transaksi tersebut terdiri atas transaksi jual sebesar Rp1,697 triliun dan transaksi beli sebesar Rp189,989 miliar.

"Alhamdulillah total komitmen transaksi hari ini di Sulawesi Utara mencapai Rp1,887 triliun, terdiri dari transaksi jual sebesar Rp1,697 triliun dan transaksi beli sebesar Rp189,989 miliar," kata Emil.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara berjalan secara saling menguntungkan.

"Komitmen ini jadi bukti hubungan dagang antara Jatim dan Sulut bersifat win win. Keduanya sangat melengkapi satu sama lain. Kita ingin maju bersama-sama, dan hari ini terwujud," imbuhnya.

Berbagai komoditas diperdagangkan dalam misi dagang tersebut. Jawa Timur memasok sejumlah produk seperti daging sapi dan ayam, pakan ikan dan udang, susu, karkas ayam dan bebek, rokok, jagung, mesin pertanian, hingga produk batik. Sementara itu, Jawa Timur membeli komoditas unggulan Sulawesi Utara seperti ikan tuna, ikan cakalang, ikan tongkol, ikan layang, cengkeh, arang batok kelapa, serta berbagai produk kerajinan.

Emil menjelaskan, hubungan dagang kedua daerah terus menunjukkan tren positif sejak misi dagang pertama yang digelar pada 2022 lalu. Saat itu, nilai transaksi tercatat sebesar Rp158,98 miliar. Kini, nilainya melonjak signifikan hingga menembus Rp1,8 triliun.

"Ini sudah empat tahun berselang dari misi dagang tahun 2022. Selama empat tahun banyak sekali kedekatan yang telah terbangun, sinergi yang terjalin," ujarnya.

Berdasarkan data tahun 2024, total perdagangan antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara mencapai Rp1,44 triliun. Jawa Timur juga mencatat surplus perdagangan sebesar Rp581,72 miliar, dengan nilai penjualan mencapai Rp1,01 triliun dan pembelian sebesar Rp428,39 miliar.

Dalam kesempatan itu, Emil menegaskan bahwa misi dagang bukan sekadar mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

"Kenapa karena kita percaya bahwa pondasi dari ekonomi bangsa kita yang kokoh adalah hubungan dagang yang bersifat win win. Hubungan dagang yang memperkuat perekonomian dari kedua wilayah," terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara J. Victor Mailangkay menyambut baik penyelenggaraan misi dagang tersebut. Ia menilai kerja sama ekonomi antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara menjadi contoh nyata sinergi antardaerah dalam memperkuat perekonomian nasional.

"Ini adalah contoh nyata semangat membangun ekonomi," ujar Victor.

Selain mempertemukan pelaku usaha kedua provinsi, kegiatan tersebut juga diisi dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara organisasi perangkat daerah dan pelaku usaha Jawa Timur dengan Sulawesi Utara guna memperkuat kolaborasi perdagangan dan investasi di masa mendatang.