Gubernur Khofifah menjelaskan, saat ini area belakang sekolah yang dahulu identik dengan tumpukan sampah telah bertransformasi menjadi kawasan produktif melalui program SIKAP atau Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan.
"Di banyak SMA, SMK dan SLB negeri maupun swasta di Jawa Timur sekarang sudah sulit menemukan tumpukan sampah. Area yang sebelumnya menjadi tempat penumpukan sampah kini berubah menjadi kebun sayur, buah, perikanan hingga peternakan sederhana sebagai bagian dari program SIKAP," ungkapnya.
Program tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa untuk membangun kesadaran lingkungan, ketahanan pangan serta keterampilan produktif sejak dini.
Melalui berbagai langkah tersebut, Khofifah optimistis semangat menjaga lingkungan hidup akan semakin mengakar di tengah masyarakat.
"Dengan kolaborasi, gotong royong dan kesadaran bersama, kita optimistis dapat mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, bersih dan indah serta Jawa Timur yang semakin hijau dan berkelanjutan," pungkasnya.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Khofifah mengajak sekaligus menggaungkan kembali langkah Promotif, Preventif, rehabilatif hingga Kuratif.
Langkah promotif, harus secara konsisten dilakukan melalui penanaman pohon di banyak tempat dengan keterlibatan semua pihak dan semua lini masyarakat.
Sementara itu, langkah preventif lanjut Gubernur Khofifah dimulai dengan memilih dan memilah sampah pada lini terbawah masyarakat di lingkungan rumah tangga.
Sedangkan langkah kuratif, jelas Gubernur Khofifah ditunjukkan melalui pembersihan sampah secara bersama sama semua element.
Gerakan mencintai lingkungan hidup hingga melakukan penanaman pohon ini membutuhkan keterlibatan semua pihak tidak bisa hanya dilakukan satu lini melainkan dilakukan secara bersama sama secara serentak mewujudkan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah.
"Jadi langkah Promotif, Preventif hingga Kuratif harus terus digaungkan dan diupayakan sehingga ketika terdapat area yang siap untuk ditanam maka langkah selanjutnya adalah Rehabilitatif atau penanaman kembali secara masal," tegasnya.