Bersama 1.125 Masyarakat, Gubernur Khofifah Melakukan Aksi Bersih Sampah dan Tanam Pohon di Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

pemerintahan | 06 Juni 2026 20:57

 

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme kalangan perguruan tinggi, komunitas pecinta lingkungan, pelajar hingga masyarakat umum yang turut berpartisipasi dalam aksi lingkungan tersebut.

 

Menurutnya, gerakan lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen bangsa.

 

 

 

 

 

"Forum hari ini menjadi sangat penting karena melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah, mahasiswa, komunitas lingkungan hingga Forkopimda yang bersama-sama melakukan aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon," ujarnya.

 

Selain penguatan gerakan masyarakat, Pemprov Jawa Timur juga terus mendorong percepatan pengelolaan sampah melalui pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

 

Khofifah menjelaskan, berdasarkan arahan Kementerian Lingkungan Hidup, kawasan pengolahan sampah terpadu idealnya mampu menangani sekitar 1.000 ton sampah per hari. 

 

Sejumlah wilayah seperti Surabaya Raya dan Malang Raya telah memenuhi kapasitas tersebut.

 

Namun demikian, Pemprov Jawa Timur mengusulkan agar kawasan dengan kapasitas sekitar 500 ton sampah per hari, seperti wilayah Mataraman Raya dan Kediri Raya, juga dapat masuk dalam skema pengembangan PSEL mengingat kebutuhan penanganan sampah yang terus meningkat.

 

"Kami berharap proses tindak lanjut dari komitmen yang telah ditandatangani bersama Kementerian Lingkungan Hidup dapat segera berjalan sehingga pembangunan fasilitas pengolahan sampah dapat dipercepat," katanya.

 

Lebih lanjut, Khofifah juga menyoroti keberhasilan sekolah-sekolah negeri di Jawa Timur dalam membangun budaya lingkungan yang semakin baik.