Trans Jatim Ekspansi ke Malang Raya dan Pasuruan, Layani Kawasan Industri hingga Destinasi Wisata

pemerintahan | 12 Juni 2026 08:32

 

Untuk wilayah Malang Raya, operasional koridor baru ditargetkan mulai berjalan pada akhir November 2026. Berdasarkan hasil kajian Dishub Jatim, Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang akan dioptimalkan sebagai pusat layanan (hub) Trans Jatim.

 

Dari terminal tersebut, layanan bus akan dibagi ke dua rute utama. Rute selatan menghubungkan Terminal Hamid Rusdi, Gelora Ken Arok, Pakisaji hingga Kepanjen sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Malang. Sementara rute timur melayani perjalanan menuju Tumpang.

 

Menurut Nyono, koridor menuju Tumpang memiliki nilai strategis karena dapat mendukung sektor pariwisata. Ke depan, Terminal Tumpang diharapkan terintegrasi dengan kebijakan pengembangan wisata Kabupaten Malang, khususnya akses menuju kawasan Gunung Bromo melalui Poncokusumo.

 

Selain itu, Terminal Hamid Rusdi juga akan terhubung langsung dengan Koridor 1 Malang Raya yang melayani rute menuju Terminal Landungsari dan wilayah sekitarnya.

 

Untuk menunjang operasional koridor baru tersebut, Dishub Jatim menyiapkan sekitar 15 unit armada bus. Tarif layanan tetap mendapatkan subsidi pemerintah, yakni Rp5.000 untuk masyarakat umum dan Rp2.500 bagi pelajar, mahasiswa, serta santri.

 

Nyono menjelaskan kebutuhan anggaran operasional satu koridor selama satu tahun diperkirakan mencapai Rp25 miliar. Meski demikian, kehadiran transportasi publik yang memadai di Malang Raya dinilai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat.

 

“Dengan tarif Rp5.000, layanan ini sangat membantu masyarakat kecil, terutama pekerja kawasan industri dan warga di wilayah aglomerasi yang setiap hari menempuh perjalanan lebih dari 20 kilometer,” tegasnya.