Kemensos Gandeng GoTo Perkuat Penyaluran Bansos Digital dengan Teknologi Pengenalan Wajah

pemerintahan | 16 Juni 2026 11:16

Kemensos Gandeng GoTo Perkuat Penyaluran Bansos Digital dengan Teknologi Pengenalan Wajah
Dok kemensos

JAKARTA, PustakaJC.co – Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng perusahaan teknologi GoTo dalam upaya memperkuat sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) secara digital. Kerja sama tersebut memanfaatkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) guna meningkatkan akurasi verifikasi penerima bantuan.

 

CEO GoTo, Hans Patuwo, menjelaskan teknologi yang digunakan dilengkapi fitur liveness detection atau deteksi keaktifan wajah. Teknologi ini mampu memastikan proses verifikasi dilakukan oleh manusia secara langsung, bukan melalui foto, rekaman video, maupun manipulasi digital lainnya.

 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyambut baik pemanfaatan teknologi tersebut karena dinilai dapat memperkuat validasi data penerima manfaat sekaligus memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran.

 

“Kita dorong, kita setujui ini,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

 

Pada tahap awal, GoTo memberikan dukungan sebanyak 5 juta kali verifikasi (hits) untuk mendukung proses digitalisasi bantuan sosial. Dukungan tersebut merupakan bagian dari uji coba layanan verifikasi yang telah dikembangkan sejak 2022.

 

Berdasarkan data yang disampaikan, teknologi tersebut telah diuji di 42 kabupaten/kota dengan total 28.961 percobaan verifikasi dan mencatat tingkat keberhasilan mencapai 98,4 persen.

 

Meski demikian, Kemensos juga mulai menyiapkan langkah lanjutan setelah kuota dukungan awal tersebut habis digunakan.

 

“Terima kasih dikasih bantuan 5 juta ini. Tapi kita juga harus cek biaya dan keberlanjutannya. Mulai sekarang dibuat perencanaan,” kata Gus Ipul.

 

Selain membahas verifikasi data penerima bantuan sosial, pertemuan antara Kemensos dan GoTo juga menyinggung peluang pemanfaatan ekosistem GoPay sebagai sarana penyaluran bansos secara digital. Sistem tersebut diharapkan mampu menghadirkan proses yang lebih cepat, efisien, aman, dan langsung diterima oleh penerima manfaat.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul turut memperkenalkan program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, anak putus sekolah, dan anak terlantar yang kehilangan akses pendidikan.

 

Kemensos berharap GoTo dapat mendukung pengembangan sistem digital Sekolah Rakyat, mulai dari manajemen sekolah, pemantauan aktivitas siswa, hingga pengelolaan transaksi secara aman dan terintegrasi.

 

“Yang jelas saya butuh sistem yang aman,” tegas Gus Ipul.

 

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor teknologi ini diharapkan dapat memperkuat transformasi digital layanan sosial, meningkatkan transparansi penyaluran bantuan, serta memastikan program-program pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (int)